Akh…Andai Kau Tahu….
Bukan terpaksa matahari terbit, tapi mengapa aku terpaksa harus bangun?. Bukan maunya bulan menemani malamku, tapi mengapa aku harus masih kesepian?.
Kasih….andai kau tahu, aku sangat sangat merindukan kehadiranmu. Sebuah keputusan yang tak fair buatku dan oleh karna aku yang membuatnya.
Mari kita kembali ke masa masa indah itu. Waktu itu khan aku masih kelas 6SD dan kau masih kelas 4SD. Sampai aku kelas 1SMA hubungan kita berakhir gak jelas, Itu karna aku, ya aku yang bodoh, tak mengerti perasaanmu.
Waktu kita pertama kali bertemu aja sangat uniiik rasanya, gimana tidak, Waktu itu adik kecilmu usil bermain dengan rokmu yang berlapis lapis sampai kau menyadarinya bahwa adikmu telah membuka lapisan rokmu yang terakhir. Langsung aja kau pukul tangan usil adikmu dan memarahinya, Lalu kau melihat kebelakang siapa yang melihat kejadian unik itu. Ya…aku, hanya aku lah orangnya yang melihat. Langsunglah wajahmu merah dan mungkin kau sangat maluuu sekali. Aku juga sih, tapi aku juga malu tersipu sipu. Kok gitu ya?. Tapi aku tetap gak terima, Sampai nangis adikmu kau pukul dan marahi. Lalu diluarpun aku sengaja menemuimu untuk menyatakan PROTES!. Ingat gak kubilang saat itu; adikmu khan hanya mau main main, kok kamu kasar amat ya?. Lagian rokmu memang indah dan menarik untuk jadi mainan adikmu. Kau pun memandangku tajam namun aku berusaha tenang pada tatapan matamu, tiba tiba wajahmu berubah makna menatapku penuh kesan. Yaaaaa, malah aku yang jadi grogi dipandangin kek gitu. Ya udahlah sekali lagi jangan campuri urusan orang ok?. Kau jawab gitu dengan lembuuut. Kubalas lah, makanya sekali lagi jangan pake rok model nona missy gitu dong (Tahu gak telenovela nona missy dan tuan baron yg diputar tvri waktu itu?) kek gitu lah roknya. Ya ya…. bang, ngerti…. Udah ya, kami pulang dulu.
Dia memalingkan badannya tapi ntah sengaja atau tidak dia memegang rok belakangnya untuk memastikan jgn sampai terulang lagi. Aku pun ketawa lah.
Namun, sejak kejadian itu, Aku malah menganggapmu sebuah tantangan yang harus kuselesaikan secara jantan, heheheee. Ok, Tiap minggu tak lupa aku sengaja duduk dekat dekat denganmu, sampai kau merasa bosan dan protes, Ngapain sih kamu?, Kok perhatiin aku terus?. Aku udah gak bawa adekku lagi tau. Dasar kamu itu ya maunya apa sih?, Ya ampun ini cewek antara cerewet dan ramah, bingung aku, pikirnya pula aku berpikiran ngeres berharap kek kejadian dulu lagi. Bukan dek, Aku mau main kerumahmu, boleh gak?. Apa….???!!!. Sok akrab kau, Bapakku polisi tau!. Gak apa apa bapakku juga aparat pemerintah, PNS tahu…Kubalas lah dengan santainya.
Ok, silahkan datang kalo berani dan siapkan otakmu untuk bantu ngerjain pr2 ku, klo mau berteman dengan aku setuju?. Ok, siapa takuuut, Aku khan kelas 6sd, mungkin aku bisalah pelajaran kelas 4SD.
Cuma, jarak rumahnya dengan rumahku jauh, kalo naik beca kadang2 uang gak cukup, Kubilang aja ama tukang becak nya kekurangan ongkosnya minta ama mamak aku ya bang, karena tukang becaknya juga tetangga kami. Hahaha…terpakssa lah rayu dan maksa emak beliin sepeda dengan alasan lain, yaitu untuk transport pergi les. Akhirnya setelah 4bulan berpeluh memlihara ternak, barulah aku dibelikan sepeda bmx.
Aku datang dengan sepeda baru kau malah menertawaiku. Kau bilang pula, Sudah banyak hutang2mu sama tukang becak sampai kau gak dipercayai lagi naikbecak mereka ya?, hahahaha…masih kecil sudah nekad kau datang kemari dgn modal hutang?, Lalu sepeda ini kau kredit dari siapa? Haaaaaaaa??? dari mana dia tahu aku sering ngutang ongkos becak?, Haaaaaaa? dari mana dia bisa menuduh aku kredit sepeda? Tak terima, aku tak terima !. Begini ya dek, sepeda ini hasil keringatku selama 4bulan memelihara ternak. Jangan asal ngomong dong, kau cium ini sepeda masih bau keringatku aseli. Aku harus bangun jam 5pagi tiap hari untuk kasih makan ternak ku, aku harus cari makanan ternak ku dirawa rawa yg penuh lintah, lipan, kalajengking, ulat bulu,bahkan ular. Lihat nih badanku udah mulai berotot karna mengurus ternak itu. Sudah jelas?. Kalo gak percaya tanya orang sekampungku, dari mana sepeda ini ku terima. Ya deh, Sekarang tugasmu kerjakan pr bahasa indonesiaku. Habis itu bantu aku bersihkan rumput dibelakang rumah.Jelas?. Haaaaaa yang kau pikirnya aku kemari jadi pembantumu?. Ya udah kalo gak mau pulang sana. Ok ok aku kerjakan. Capek juga namun mama nya nyedian goreng pisang dan teh manis, Sedap juga. Berkali kali aku datang kerumahmu, hanya sekedar ngobrol dan sok diskusi tentang pelajaran sekolah ya… Tapi aku merasakan ada sesuatu selama bersamamu. Waktu Hari Natal kukirim kartu natal padamu, kau juga kirim padaku, Ultahmu dan ultahku juga kita kirim2an surat, valentine juga, akh…. indah sekali kurasa. Dan pad waktuayahku meninggal dunia engkau sengaja datang dan memelukku sambil menangis nangis. Wuiiih terus hilang kesedihanku saat itu, malah sangat bahagiaaaa sekali rasanya, sejenak lupa aku pada tubuh kaku ayahku. Engkau sampai ikut ke pemakaman ayahku. Ntah apa alasanmu aku gak tahu yang kupikir saat itu kau hanya kurang kerjaan sampe2 mau ikut ke pekuburan. Saat subuh dimalam paskah kita sama sama bakar kertas dosa di api unggun. Kita malah gantian baca surat dosa kita masing2. Lucuuu sekali kalo lihat dosa dosamu dan dosa2ku juga. Masak, kau tulis bahwa kau berdosa telah menganggap aku istimewa dan mahluk aneh. Dan kutulis juga aku berdosa telah menganggapmu seorang cewek langka. Hahaha… sudahlah kuharap Tuhan maklum atas kekonyolan kita ya…
Sampai kelas 2smp kita menjalani ini penuh bahagia suka dan duka kita rasakan bersama, Ingat gak, waktu kau sakit, aku datang bawa jeruk sekilo yang kuhutang dari tetanggaku penjual jeruk?. Heeeiiit, tunggu dulu aku bukan tukang hutang loh!. Aku tebus jeruknya dgn bantu penjual jeruk itu mengangkat karung2 jeruknya ke mobil pick up. Kau malah tak makan jeruk itu sebiji pun. Tega kali kau!. Tapi besoknya kau sembuh langsung, aneh….. Apa karna kehadiranku kau langsung sembuh ya? hehehe..ayo ju2r!
Dan ingat gak, waktu aku sakit, kau datang bawa sekilo apel, Padahal apel khan lebih mahal dari jeruk, kok kau mau beliin apel buatku? Kau jawab pula; Ini juga aku ngutang ama tanteku penjual apel, Emang kau aja yang bisa ngutang apa?!. Hahahaha…. Impas dah… Tapi apel2 itu bukan aku yang makan, aku malah gak kebagian, habis disikat saudara2ku, maklumlah norak, jaraaang sekali makan apel, hahahaha…
Nanti kusambung lagi masa masa kita ini ya…. Yang penting andai kau tahu……
Lusi Nababan berkata,
Agustus 19, 2008 pada 12:10 pm
haha,,,
tw nda tp orangnya??